Budak Dari Perjuangan Cinta Yang Salah.

Mencintai seseorang itu menyiksa, kau tau kenapa ? Karena mencintai seseorang, membuatmu ingin menjadi sempurna untuknya.

Padahal kita tahu, manusia dan sempurna itu merupakan dua hal yang sulit untuk disatukan.

Tapi cinta dapat membuat seseorang melupakan tentang kesulitan itu, dan membuat sosok yang mabuk akan cinta terlena dengan kata berjuang.
Berjuang untuk menjadi sempurna.
Sempurna hanya untuk dia.
Dia, sosok yang dicintai.

Bukankah cinta yang sebenarnya adalah cinta tanpa syarat ?

Terus kenapa kau tidak bisa melihat dan berpikir dengan jelas, bahwa tak perlu harus jadi sempurna untuk bisa dicintai !

Kenapa kau tidak bisa melihat, bahwa yang kau sebut berjuang untuk cinta, hanyalah sebuah penyia-nyiaan.

Kenapa kau belum juga sadar !
Bahwa Cinta di dapatkan bukan dengan cara menjadi sempurna !

Kenapa kau tak dapat melihat, bahwa cinta yang sebenarnya itu hadir, di setiap kekurangan.

Kekurangan akan melahirkan cinta yang tulus.

Bukankah cinta itu seharusnya bahagia ?

Lalu katakan padaku, kenapa kau malah membuat cinta yang harusnya terasa bebas dan bahagia, menjadi terasa seperti penjara yang menyiksa bagimu.

Kau membelenggu diri mu sendiri.

Kau terlalu fokus dalam menjadi sempurna untuknya.

Sampai kau melewatkan cinta yang indah di dalam kekurangan.

Kau seakan buta dan tak merdeka.

Di perbudak dalam perjuangan cinta yang salah.

Mencintailah dengan seutuhnya, seadanya, tanpa perlu ada kata sandiwara didalamnya.

Jika memang dia mencintai mu, semua kekurangan mu akan dia terima dengan penuh cinta.

Jika tidak, berarti dia tak pantas untuk menerima cintamu. Dia tak pantas untuk mendapatkan cinta yang sebenarnya darimu.

Cobalah untuk mencintai dengan sejujurnya.

Apalah arti cinta yang tak berakar dari kejujuran ? Kalau bukan berjalan dengan penyiksaan yang mendalam, dan berakhir dengan penyesalan.

Apa indahnya cinta jika kamu harus bersandiwara dalam menjalaninya, terlihat bahagia tapi ternyata tersiksa, hanya untuk memikat dan mendapatkan hatinya.

Iklan

Sang Pemeran

Dia tak sebaik yang orang lain pikirkan.

Itu semua hanyalah peran yang dia mainkan.

Mungkin orang lain melihatnya penuh dengan kebahagiaan, sekilas mungkin dia terlihat baik-baik saja, tapi percayalah dia tak sebahagia itu.

Untuk kalian yang melihatnya sebagai sosok yang bahagia, berikan aku kesempatan untuk menanyakan hal ini,

Benarkah ?

Apakah kalian benar-benar memperhatikannya ?

Yakinkah kalian, bahwa kalian tak sekedar melihat ?

Pernahkah ada yang benar-benar melihat dan memperhatikannya ?

Kalau iya, terus kenapa ?

Kenapa tak ada yang dapat melihat pancaran kesedihan itu ?

Dimana setiap senyumannya terdapat goresan goresan kesakitan.

Dimana Setiap tawanya, terdapat luka yang mendalam.

Kaget bukan ?

Tak percaya bahwa seperti itu sebenarnya dia di balik senyuman dan tawa.

Jangan salahkan diri kalian, karena tak menyadari nya.

Hanya saja, dia yang terlalu hebat dalam berperan.

Jangan heran akan kehebatannya.

Karena hidupnya penuh dengan kebohongan.

Kebohongan demi kebohongan dia utarakan.

Semakin sering dia berbohong semakin ahli pula dia dalam memainkan sebuah peran.

Kalian tak perlu sedih karena merasa dibohongi.

Tak perlu marah, karena kalian berhasil tertipu akan perannya.

Percayalah, bukan hanya kalian yang merasa terbohongi.

Karena dirinya pun dia bohongi.

Ke Arah Manakah Aku Harus Berlayar ?

Malam ini, seperti biasa, aku kembali menyiapkan kapal untuk berlayar di lautan imajinasi..

Tapi ke arah mana aku harus berlayar ?

Semuanya terlihat Menggiurkan untuk ditaklukan.

Haruskah aku pergi ke arah utara ?

Dimana semua penuh dengan kengerian, yang membunuhmu dengan suasana Mencengkam.

Atau ke selatan ?

Lautan dengan segala teka teki dan hal hal yang memaksamu untuk memeras otak agar dapat kau temukan jawabannya.

Ke Timur ?

Dimana Perlayaran di Lautan itu penuh dengan hal hal yang diluar akal manusia, dimana setiap jalannya penuh dengan makhluk makhluk mitologi dan fantasi.

Atau mungkin, aku harus Mencoba ke barat ?

Dimana penuh dengan kilasan kilasan akan realita yang membuatmu menyadari betapa gelap dan kelam nya tempat kau berada sebelum kau Memutuskan untuk berlayar.

Atau mungkin ke lautan sana ?

Lautan yang tak pernah terpikirkan olehku untuk ditaklukan.

Lautan dengan jalan misterius yang dibutuhkan hati yang kuat untuk bisa menaklukan, dimana otak dan hatimu tak pernah sejalan di lautan itu, yang hanya akan meninggalkanmu dengan derai air mata.

Itulah kenapa tak pernah kuberanikan diri untuk berlayar di lautan itu, tapi terkadang kau akan menemukan kebahagiaan yang tak akan kau temukan di lautan manapun.

Hanya disitu kau akan merasakan rasa paling bahagia yang pernah dirasakan sang hati.

Jadi, apakah aku harus mencoba ?

..

My English Teacher ( SMA NEGERI 11 AMBON )

Most people say that first impressions often are lasting impressions. However, I’m not most people, eh Nah, just kidding *snort.

This post is dedicated to my english teacher (obviously).

Mrs. Zakiyah Saputri is the kind of teacher you wish you had, she’s witty, sharp, and simply has a way with words *grin

My first meeting with her turned out well, I thought she was going to be some kind of terror, a nightmare, someone you wish you never met. fortunately, and thank God for that.

She’s actually fun, she’s not boring (obviously) and absolutely a good teacher, * sob.

Well, she’s not strict, she’s just actually serious when teaching, and of course you can joke with her as long as you don’t go out of bounds, and know when to do it or not to do it *grin, oh did i mention that i really like her when she’s being sarcastic ? No ? Well now you know *shrug.

But seriously, without her, my english class would have been monotonous and less interesting, for me she’s one of the best teachers in the whole wide world. ( and trust me i’m not being exaggerating here ) Hooh. *grin

Okay, that’s all about my english teacher, what about you guys ? Is there any teacher that you like so freaking much ? * grin

Seribu Topeng Seribu Wajah

Mengapa banyak manusia yang senang menggunakan topeng ?
Menutup diri mereka yang sebenarnya.

Membuat kebohongan tentang jati diri mereka yang sebenarnya.
Seakan akan hanya mereka sendiri yang pantas melihat wujud asli mereka.
Sebenarnya ada apa ???
Kenapa begitu sulit untuk menampakkan rupa yang sebenarnya ???

Bahkan tak jarang, ada yang memiliki topeng lebih dari satu.
Dan itu berarti banyak wajah.
Sampai bahkan orang lain bingung, bertanya-tanya, wajah asli dia itu seperti apa, karena di setiap sisi dia berbeda.
Sampai menimbulkan pertanyaan dalam benak mereka.

” Apakah aku benar benar mengenalnya ?”

Dan akhirnya mereka sadar, bahwa tak ada satupun dari mereka yang benar-benar mengenalnya, karena wajah yang sebenarnya telah terkubur dalam dalam. Yang hanya akan muncul ketika dia sendiri, di saat di yakin, tak akan ada yang melihat seperti apa dia.

” Kenapa dia seperti itu ? “

Karena dia takut.
Takut untuk menunjukan siapa dia.

Dia takut di saat dia mulai untuk menunjukan siapa dia yang sebenarnya, seperti apa dirinya yang asli, dia tertinggal sendiri, karena tak ada yang mau menerimanya.
Jadi Jangan salahkan dia, jangan tanyakan begitu, karena jawabannya ada pada mereka.

” kenapa mereka tak menerima seperti apa dia sebenarnya ?”

Dia hanya mencoba memerankan perannya dengan baik karena dia adalah manusia seribu wajah.

Penyesalan Akan Dosa

Apakah kau tau tangisan apa yang paling menyakitkan ?

Tangisan akan dosa-dosa, Tangisan yang dikeluarkan karena penyesalan akan semua dosa dosa yang telah kita perbuat, Tangisan memohon untuk kembali diterima oleh Nya.

Tangisan penyesalan, Tangisan itulah yang paling menyakitkan.

Karena ketika kita menangis sambil mengenang semua ingatan tentang dosa dosa, mengenang semua pengingkaran kita, mengenang semua kejadian dimana kita selalu menjauh dari Nya, 

Kita menangis sejadi-jadi nya, 

Tanpa bisa bersifat tegar, tanpa bisa berpura pura.

Tangisan akan dosa, merupakan satu satunya tangisan yang tidak bisa kita ingkari, dan berpura pura bahwa semuanya baik2 saja, tangisan dosa merupakan tangisan paling menyakitkan, karena disaat orang lain melihatmu menangisi dosamu, mereka bertanya ada apa, satu satu nya jawaban yang dapat kau keluarkan hanyalah tangisan penuh penyesalan.

Karena kau tau mereka tak akan mengerti perasaanmu, Dan kau pun tak tau seperti apa penjelasan untuk mereka.

Karena satu2 nya yang ada di kepalamu adalah…

Maafkan lah aku ya Allah.

Kau tak peduli apa kata orang tentang mu saat kau menangis,

Yang kau pedulikan saat itu adalah tentang permohonan maaf mu akan semuanya,Tentang kepantasan mu untuk kembali padanya.
Biarkan mereka berkata apapun tentang mu, 

Cengeng.

Alay

Lebay
Biarkanlah, karena mereka memang tak tau.
satu satu nya yang mengerti perasaan mu adalah dirimu saat itu.

Mereka tak tau, berapa sakitnya rasa menangisi semua dosa

Seakan akan semua memori akan perbuatan dosa itu berputar dalam kepalamu.

Membentuk sebuah film yang membuat mu terus menangis di setiap adegannya.
Kau pun mulai memarahi dirimu sendiri.

“Kenapa aku begitu bodoh !”
Kau mengulangi perkataan itu bersama dengan air mata yang terus mengalir,

Orang lain melihat mu dengan heran. Sekian pertanyaan hinggap di kepala mereka,Segala macam spekulasi tentang apa yang terjadi padamu pun mereka duga duga, Tapi tak ada yang benar.
Hingga ada yang melihatmu dan langsung ikut menangis, Dia mengerti, Dia menangis melihatmu menangis, Karena dia mengerti, 
Dia mengerti tangisan itu, Tangisan yang paling menyakitkan, Orang lain kembali heran akan semuanya.

Tapi kalian tak peduli,Karena kalian hanya ingin mengeluarkan semua penyesalan.
….

.

Sebuah karya dalam menggambarkan sebuah penyesalan atas dosa.

Astini Alam

Kehampaan Dalam Sebuah Cermin


Akan ada dimana aku muak dengan semuanya dan ingin menutup segalanya untuk masuk di dalam hidupku.
Jika itu sampai terjadi,Tunggulah beberapa waktu, Sampai aku kembali menerima semuanya, Maka aku akan kembali padamu.

Sampai aku dapat meyakinkan diriku bahwa semuanya sudah baik baik saja.

Ya, pernah aku begitu, merasa muak dengan segalanya, menghindar dari apapun, hanya ingin sendiri.

Tapi diantara semua itu, Yang paling kutakutkan adalah ketika aku mulai muak dengan diriku sendiri, Hidup ku langsung tertutup oleh semuanya.

Perasaan itu pun datang, Dan mencoba mengambil alih hidupku, Membisikan sebuah kalimat yang menyesatkan, Agar aku ikut dengan nya.

Perasaan itu membuatku menyiksa diriku sendiri, Bukan hanya fisik tapi juga batin, Dan tanpa sadar aku mulai mengikuti bisikan itu secara perlahan-lahan, Aku membenci diriku karena itu, Karena tak bisa mengendalikan diriku sendiri.

Akan selalu ada adegan seperti ini, 

Menatap diri di cermin, sambil berbicara.

Ku coba untuk mengatakan semuanya baik baik saja sekarang.

Kau bisa keluar dengan senyumanmu sekarang.

Tak ada yang perlu kau takutkan.

Keluarlah.

Tak perlu takut.

Aku tau kemampuan mu.

Kau pasti bisa mengatasi nya.

Aku berbicara dengan sosok yang ada dalam cermin itu,

Seakan akan yang di cermin adalah diriku, Dan yang menyuruhku untuk keluar adalah orang lain, Aku membuat seperti itu, Agar diri yang ada didalamku mendengar kata kata yang selalu ingin dia dengarkan oleh orang disekitarnya, Kata kata penyemangat, Sambil melakukan adegan itu, aku pun mencoba untuk tersenyum.

Orang bilang senyum itu mudah, tapi coba saja tersenyum disaat kau sudah lelah dengan semuanya, maka percayalah kau tak akan pernah mendapatkan kata mudah di situ. Ketika aku tersenyum, aku dapat melihat nya, senyuman penuh hampa. Senyuman yang membuatku ingin menangis.

Aku menatap kembali diriku,

Suara tawa muncul, aku tertawa, tertawa atas kelemahanku, kelemahan yang bahkan untuk tersenyum saja tk sanggup.

Tertawa sambil terus menghapus air mata yang terus, terus, dan terus terjatuh.

Aku selalu mengira bahwa tertawa merupakan tanda kebahagiaan. Tapi saat itu aku tertawa bukan karena bahagia, 

Tapi tertawa untuk mencoba bahagia dengan cara menertawai diriku sendiri, Seperti mereka, yang tertawa akan diriku, Suara tawa itu pun makin pelan, pelan, dan akhirnya menghilang.

Tergantikan oleh suara tangisan, Suara yang sudah lelah dengan mencoba untuk bahagia, Sudah berapa kali cermin itu menjadi saksi semuanya, Senyum palsu, tawa paksaan, dan tangisan yang melelahkan, Cermin itu selalu memantulkan semuanya, Mempertontonkannya padaku, usaha sia sia ku.

Alasan aku suka menatap cermin, Adalah karena cermin tak pernah berbohong akan diriku yang sebenarnya, 

Dia memantulkan diriku yang sebenarnya, Senyuman, tawa, dan tangisan yang dipancarkan saat aku menatap diriku dalam cermin semuanya adalah kebenaran….




Kehampaan dalam sebuah cermin


Astini Alam..